Duet Jokowi-Prabowo di Pilpres 2019, Mungkinkah? - ANTARAPOSTS

Monday, March 12, 2018

Duet Jokowi-Prabowo di Pilpres 2019, Mungkinkah?

Penting untuk Menjadi Perhatian. Sebelum Anda Melanjutkan untuk Membaca Berita, Melihat atau Mengajukan Permohonan Kerja dari Informasi-Informasi Yang Kami Tulis di Halaman ini, Khusus Penacari Kerja, Harap diperhatikan Tanggal Expired Yang Tertulis dibagian Halaman Postingan atau di Halaman Sumber Kami, Agar Anda Tidak Keliru dalam Membuat Keputusan Untuk Sesuatu Yang Belum Jelas Anda Pahami. Sekali lagi Harap di Baca dengan Seksama Informasi Yang Ada di Halaman ini.

Blog / Website ini Menyajikan Berbagai Informasi Terbaru Baik Nasional Maupun Internasional Seperti: Berita Terkini, Politik, Daerah, Nasional, Viral, Kejadian Aneh dan Nyata, Lowongan Kerja Terbaru 2018, Tips and Trick dan lain-lain. Kami Mencari Informasi dari Berbagai Sumber Terpercaya, Kemudian Kami Tulis Kembali di Blog / Website ini untuk Memperluas Jangkauan Informasi. Informasi Yang Kami Sajikan Sifatnya Hanya Sebatas Membantu Pencari Informasi dalam Menemukan Berbagai Informasi Penting Yang Ada di dunia Untuk Kebutuhan Mereka Yang Sifatnya Positif dan Mudah-Mudahan Bermanfaat. Jika Anda Ingin Terhubung Bersama Kami Silahkan Kunjungi Customer Support Kami untuk Mengajukan Pertanyaan, Masukan, Gabung Group Loker Via Telegram dll. Gabung Sekarang...

Catatan Khusus Pencari Kerja: Hati-Hati Terhadap Penipuan Kami Tidak Akan Pernah Meminta Sejumlah Uang ataupun Imbalan Lainnya, Jika Ada Yang Mengatasnamakan Kami Maka Kami Tidak Akan Bertanggungjawab Karena Hal tersebut Merupakan Penipuan.

INFO KAMI

Penting untuk Menjadi Perhatian. Sebelum Anda Melanjutkan untuk Membaca Berita, Melihat atau Mengajukan Permohonan Kerja dari Informasi-Informasi Yang Kami Tulis di Halaman ini, Harap diperhatikan Tanggal Expired Yang Tertulis dibagian Halaman Postingan atau di Halaman Sumber Kami, Agar Anda Tidak Keliru dalam Membuat Keputusan Untuk Sesuatu Yang Belum Jelas Anda Pahami. Sekali lagi Harap di Baca dengan Seksama Informasi Yang Ada di Halaman ini.

Blog / Website ini Menyajikan Berbagai Informasi Terbaru Baik Nasional Maupun Internasional Seperti: Berita Terkini, Politik, Daerah, Nasional, Viral, Kejadian Aneh dan Nyata, Lowongan Kerja Terbaru, Tips and Trick dan lain-lain. Kami Mencari Informasi dari Berbagai Sumber Terpercaya, Kemudian Kami Tulis Kembali di Blog / Website ini untuk Memperluas Jangkauan Informasi. Informasi Yang Kami Sajikan Sifatnya Hanya Sebatas Membantu Pencari Informasi dalam Menemukan Berbagai Informasi Penting Yang Ada di dunia Untuk Kebutuhan Mereka Yang Sifatnya Positif dan Mudah-Mudahan Bermanfaat. Jika Anda Ingin Menghubungi Kami Silahkan Kunjungi Halaman ini untuk Mengajukan Pertanyaan, Masukan, dan Lain sebagainya.

Catatan Khusus Pencari Kerja: Hati-Hati Terhadap Penipuan Kami Tidak Akan Pernah Meminta Sejumlah Uang ataupun Imbalan Lainnya, Jika Ada Yang Mengatasnamakan Kami Maka Kami Tidak Akan Bertanggungjawab Karena Hal tersebut Merupakan Penipuan.

KEBIJAKAN KAMI

SEGALA SESUATU YANG KAMI TUANGKAN DI DALAM HALAMAN WEBSITE INI ADALAH BERSUMBER DARI WEBSITE RESMI DAN KAMI POSTING ULANG UNTUK MEMPERLUAS DAYA SERAP INFORMASI DI SELURUH PENJURU TANAH AIR SERTA MANCANEGARA.

SEGALA BENTUK MATERI YANG ADA DI WEBSITE INI MIMILIKI HAK CIPTA MASING-MASING YANG AKAN KAMI CANTUMKAN SESUAI REFFERENSI YANG KAMI DAPAT.

JIKA ADA HAL YANG BELUM KAMI SAMPAIKAN TERKAIT HAK CIPTA DALAM UNDANG-UNDANG APAPUN ITU BENTUKNYA, KAMI AKAN MEMBERIKAN UPDATENYA DI HALAMAN INI.

TENTANG KAMI

KAMI ADALAH SALAH SATU DARI RIBUAN MEDIATOR ONLINE DI INDONESIA YANG AKAN MEMBERIKAN DAN ATAU MENGHUBUNGKAN BERBAGAI INFO TERBARU TERKAIT BERITA POPULER DAN INFORMASI LOWONGAN KERJA DI INDONESIA TAK TERKECUALI MANCANEGARA KEPADA ORANG-ORANG YANG MEMBUTUHKAN INFORMASI YANG MEREKA BUTUHKAN.

INFORMASI KAMI AKAN SELALU MENGEDEPANKAN INFORMASI TERHANGAT DAN TERAKURAT DARI BERBAGAI SUMBER YANG TERPERCAYA.

KAMI INGIN MENJADI SALAH SATU PELOPOR RUANG INFORMASI YANG TERBAIK DI ANTARA RUANG INFORMASI YANG TELAH HADIR TERDAHULU.

SEMOGA DENGAN HADIRNYA KAMI AKAN MENAMBAH KHAZANAH YANG BERBEDA DARI RUANG INFORMASI LAINNYA.

INFO KONTAK

Untuk Menghubungi Team Kami Anda Bisa Mengirimkan Pesan Melalui Situs Media Sosial Kami Yang Ada di Website Kami.

Facebook, Google+, Twitter
Email : cs.addaloker@gmail.com


CATATAN

JIKA LINK YANG ANDA BUKA DARI FACEBOOK, TWITTER DAN LAINNYA DARI MEDSOS SUDAH TIDAK BISA TAMPIL DI WEB KAMI, ARTINYA LINK TERSEBUT SUDAH KAMI UPDATE (Untuk Kepentingan Teknis). UNTUK MENEMUKAN INFO LAINNYA SILAHKAN BUKA DI SINI TERIMA KASIH.

Duet Jokowi-Prabowo di Pilpres 2019, Mungkinkah?
Duet Jokowi-Prabowo di Pilpres 2019, Mungkinkah?

Bursa calon presiden dan wakil presiden lima bulan jelang prosesi Pilpres 2019 sudah memanas. Otak-atik siapa capres atau cawapres yang akan diusung oleh partai politik (parpol) peserta pemilu pun sudah dilakukan. Untuk nama capres, menguat dua nama, Petahana Jokowi dan Prabowo Subianto.

Drama rivalitas saat Pilpres 2014 lalu diprediksi akan kembali terulang di 2019 mendatang. Untuk urusan bakal cawapres, dinamikannya bahkan tak kalah panas.

Jokowi yang telah resmi mendapat mandat dari partainya, PDI Perjuangan sepertinya masih mencari-cari siapa sosok yang paling tepat menjadi pendampingnya di 2019. Jokowi pun menyebutkan dirinya belum akan membahas kriteria calon wakil presiden pilihannya.

"Belum, masih panjang. Masih panjang. Ini masih panjang. Masih ada bulan Maret, Mei, Juni, Juli, Agustus," kata Jokowi di Pura Dalem Sakenan, Denpasar, Bali, Jumat 23 Februari 2018.

Walau belum memberi isyarat siapa yang akan diusung, sejumlah pihak mulai mencari dan memasangkan beberapa tokoh yang dianggap layak dan tepat menjadi calon pendamping Jokowi.

Sejumlah nama, mulai dari tokoh nonpartai hingga politikus dimunculkan untuk berpasangan dengan Jokowi. Beberapa di antaranya ada nama Wakil Presiden saat ini Jusuf Kalla, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Muhaimin Iskandar, hingga Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Bahkan yang mencuat saat ini, ada wacana memasangkan Jokowi dengan Prabowo. 
Isyarat adanya rencana Jokowi berpasangan dengan Prabowo salah satunya disampaikan oleh Ketua Umum PPP Romahurmuziy. Pria yang biasa disapa Rommy itu menyebut bahwa Jokowi maupun Prabowo masih berkeinginan untuk maju dalam kontestasi orang nomor satu di Indonesia itu.

"PPP mendukung dan menyetujui jika Pak Jokowi berdampingan dengan Ketua Umum DPP Gerindra Prabowo Subianto," kata Rommy di Semarang, Jateng, Senin 19 Februari 2018. 

Usulan Rommy ini disebut tidak asal-asalan. Ada beberapa alasan. Pertama adanya hasil survei Indobarometer yang menyebutkan ada peluang Jokowi jika maju dalam pilpres bisa didampingi Prabowo.

"Saya sudah menyampaikan kepada Pak Jokowi ketika ditanya. Beliau menanyakan, 'Mas, pandangan Mas Rommy kalau saya menggandeng Prabowo bagaimana?' Sudah saya sampaikan tegas, PPP setuju," kata Rommy.

Tiga alasan lain menyandingkan Jokowi-Prabowo adalah, pertama, untuk meminimalisir gesekan antar kontestan maupun antarkader, pengikut maupun simpatisan.

Kedua, mengurangi kemungkinan adanya penebaran kebencian. Dan ketiga, adalah Pilpres 2019 akan bersifat aklamasi. "Pilpres yang bersifat aklamasi secara nasional. Itu yang paling penting," kata Rommy.

Meski menyetujui ide itu, Rommy mengaku berminat menjadi wakil presiden mendampingi Jokowi. Ia telah menggelar sosialisasi melalui berbagai media luar ruang di tiap daerah.

Rommy merasa percaya diri bersaing dengan kandidat lain seperti Muhaimin Iskandar karena secara personal sangat dekat. Sementara Muhaimin Iskandar lebih banyak sosialisasi dan membentuk relawan.

"Sebagai capres yang sudah diusung kembali empat parpol tentunya Beliau sudah bisa menilai, siapa figur bagus yang dibutuhkan. Kita berbicara dua. Ada dua kebutuhan. Kebutuhan elektoral personal Beliau untuk terpilih kembali dan yang kedua kebutuhan institusional untuk kepentingan bangsa ini. Saya kira itu," kata Rommy.

Berdasar Survei

Di tengah wacana duet Jokowi-Prabowo, Awal tahun lalu, Lembaga riset politik Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pernah menguji penerimaan publik terhadap kemungkinan bersandingnya Jokowi-Prabowo.

Sebanyak 66,9 persen responden penelitian memberikan tanggapan positif. Hanya 28,4 persen yang menyatakan ketidaksetujuan.

SMRC bukan sekali saja menawarkan opsi bersandingnya dua rival itu. Hal serupa juga dilakukan pada tiga periode survei sepanjang 2017. Menurut Direktur SMRC, Djayadi Hanan, kurvanya terus menunjukkan tren positif.

"Mei 2017, 48,1 persen setuju, berbanding 32,1 persen yang tidak. Lalu survei kami pada September 59,1 persen setuju ini meningkat, dengan 25,1 persen yang tidak," jelas dia dalam pengumuman riset awal Januari 2018 lalu.

Survei SMRC menggunakan metodologi multistage random sampling, dengan margin of error 3,1 persen. Riset dilakukan pada 7-13 Desember 2017, dan total responden 1.220 orang.

Meski penerimaan publik tinggi, menurut Djayadi, realitas politik menutup kemungkinan Jokowi-Prabowo berpasangan di Pilpres 2019.

Kedua figur punya kelompok pendukung fanatik. Basis-basis suara ini akan menunjukan resistensi bila mereka bergabung.

Terlebih, bila menilik kerasnya persaingan kedua tokoh itu saat Pemilihan Presiden 2014. "Saya kita, realitas politik itu akan sangat sulit sekali dipertemukan," kata Djayadi kepada Liputan6.com, Selasa 13 Februari 2018.

Ditolak Gerindra
Suara berbeda muncul dari internal Partai Gerindra. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Puyono menyampaikan bahwa Prabowo Subianto tidak akan menjadi cawapres Jokowi di Pilpres 2019 mendatang.

Dia meminta agar jangan ada lagi pihak yang memaksakan wacana tersebut.

"Pak Jokowi dengan siapa wapresnya terserah Pak Jokowi. Tapi kalau boleh saran, Jokowi harus bisa membuat stabilitas keamanan. Ancaman itu banyak di era dia. Seperti ancaman SARA," ujar Arief dalam Diskusi Kopi Politik bertajuk '2019, Jokowi dengan Siapa' di Jalan Pakubuwono IV, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Sabtu (3/3/2018).

Menurut Arief, sosok dengan jiwa pertahanan dan keamanan yang kuat cocok melengkapi kekurangan Jokowi. Seperti mengambil cawapres dengan latar belakang TNI misalnya.

"Bisa mengambil dari kader TNI. Kalau Pak Prabowo kan sudah TNI, jadi tidak usah diragukan," ucap Puyono.

Puyono justru mengatakan, Prabowo akan menjadi lawan terberat Jokowi di Pilpres 2019 mendatang. "Yang pasti, Pak Jokowi akan berhadapan dengan Ketum kami," tutur Arief.

Menurut Arief, ada sejumlah lembaga survei yang mulai bermain isu mendorong Prabowo menjadi calon wakil presiden Jokowi. Dia menilai survei-survei tersebut sebagai bentuk kekeliruan.

"Segala isu atau wacana yang sedang dibuat lembaga survei yang mengarahkan Pak Prabowo harus jadi wakil Jokowi, itu bukan ukuran kami. Banyak lembaga survei yang salah, banyak. Bagaimana mau survei skala nasional, kalau tingkat Jakarta saja salah?" jelas dia.

Terlebih, jika isu tersebut terus digodok, efeknya dinilai cukup berbahaya. Bahkan perpecahan dapat terjadi di Tanah Air.

"Bolehlah semua lembaga survei membuat survei dengan metode mengarahkan Pak Prabowo jadi wakil Jokowi. Tapi pada dasarnya itu tidak bisa, berbahaya. Kalau Jokowi pasangan dengan Prabowo, nanti Jokowi lawannya kaleng kosong. Bisa pecah negara ini," Arief menandaskan.

Tidak adanya kemungkinan Jokowi dan Prabowo berpasangan dalam pemilu 2019 juga ditegaskan Wakil Ketua Umum Gerindra lainnya, Ferry Juliantono. Ferry menampik kemungkinan berpasangannya Prabowo dengan Jokowi.

Pasalnya kedua tokoh tersebut memiliki ideologi yang jauh berbeda.

"Terdapat perbedaan yang signifikan antara ideologi satu orang dengan orang yang lain. Ada perbedaan yang signifikan garis pemikiran antara satu dengan yang lain," jelas Ferry saat diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat (3/3/2018).

Hal Kontras

Menurut Ferry, perbedaan paham antara keduanya terlalu kontras sehingga mustahil untuk disandingkan. Sebab, lanjut Ferry, Prabowo dan Jokowi bukanlah barang, tapi merupakan nilai yang hidup yang tidak mudah disatukan.

Berbeda dengan pengurus Gerindra, Prabowo merespons wacara dirinya berpasangan dengan Jokowi dengan jawaban agak noratif. Prabowo menyebut keputusan dalam pesta demokrasi itu berdasarkan mandat dari partainya hingga suara dari masyarakat Indonesia.

"Saya akan mendengarkan suara partai, suara rakyat, suara sahabat-sahabat, suara mitra," kata Prabowo di kediamannya Jalan Ketenegara, Jakarta Selatan, Kamis (1/3/2018).

Hal terpenting, Prabowo menyebut kekuatan yang akan diambil itu karena kepentingan nasional.

"Iya yang saya bisa janji kepada kalian. Apapun keputusan saya selalu mengutamakan kepentingan nasional dan yang terbaik untuk rakyat, itu yang kita akan lakukan," jelas Prabowo.
Catatan Khusus Pencari Kerja: Jika sewaktu-waktu link Pendaftaran tidak bisa ditemukan atau telah hilang di halaman pendaftaran, kemungkinan lowongan sudah tutup terlebih dahulu karena kuota sudah penuh dan atau kendala teknis lainnya.

Demikian untuk di maklumi dan dipahami. Terima Kasih semoga Sukses. Informasi Menarik Lainnya Langsung Buka Situs Resmi Kami hanya di halaman ini Tersedia lowongan mulai SLTA sederajat hingga Sarjana.
Comments